Pentingnya Penggunaan Tanda Baca pada Tulisan

Baca Juga

Agar bisa berkomunikasi dan menyampaikan informasi dengan jelas melalui sebuah tulisan, kita perlu mengerti tentang penggunaan tanda baca. Meski terkesan sepele, namun penggunaan tanda baca yang salah bisa berakhir dengan penyampaian pesan yang salah juga.

Kebanyakan masyarakat Indonesia memang jarang menggunakan tanda baca yang benar dalam berkomunikasi secara daring maupun luring. Padahal membiasakan diri untuk menggunakan tanda baca ketika menulis pesan sehari - hari menjadi salah satu cara belajar Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Selain itu, penggunaan tanda baca juga sangat krusial dalam pembuatan laporan maupun surat dari kantor, instansi, atau universitas dan sekolahan yang sifatnya resmi.

Pentingnya Penggunaan Tanda Baca Dalam Menyampaikan Informasi

 

Pentingnya Penggunaan Tanda Baca pada Tulisan

Ada 3 jenis tanda baca yang akan menentukan maksud atau jenis kalimat dalam penulisan Bahasa Indonesia bila ditempatkan di akhir kalimat. Di antaranya adalah:

  • Tanda titik (.)
  • Tanda Seru (!)
  • Tanda Tanya (?)
Tanda titik akan menjelaskan bahwa kalimat yang disampaikan merupakan kalimat berita atau kalimat informasi. Seperti contohnya:
  • Semua peserta ujian boleh membawa alat tulis dari rumah.
  • Rizki sudah makan.

Pada contoh kalimat yang pertama, diinformasikan bahwa semua peserta ujian diperbolehkan untuk membawa alat tulis masing - masing dari rumah. Sedangkan pada contoh kalimat kedua, diinformasikan bahwa Rizki sudah makan.

Bila tidak menggunakan tanda baca yang benar, kedua kalimat bisa menyampaikan informasi atau pesan yang berbeda. Misalnya pada contoh kedua bila ditulis dengan tanda tanya (?), artinya akan menjadi seseorang menanyakan apakah Rizki sudah makan atau belum.

Kemudian ada tanda tanya (?) yang menjelaskan sebuah kalimat tanya atau pertanyaan. Contohnya:

Barang ini tidak boleh dipegang?

Dalam contoh di atas, kalimat tersebut menginformasikan bahwa seseorang bertanya apakah barang ini boleh dipegang atau tidak. Sedangkan bila tanda baca yang digunakan adalah tanda seru (!), maka kalimatnya akan menginformasikan larangan bahwa barang tersebut dilarang untuk disentuh.

Dan yang terakhir ada tanda seru (!) yang menjelaskan sebuah kalimat perintah, seruan, atau suruhan. Seperti contohnya :

Kamu sudah bisa cari uang sendiri!

Dalam contoh tersebut, diinformasikan seruan bahwa subjek dalam kalimat tersebut sudah punya pekerjaan dan bisa mendapatkan uang sendiri. Hingga mungkin, ia tidak perlu meminta kepada orang tua lagi. Sedangkan bila tanda bacanya diganti menjadi tanda tanya (?), arti kalimatnya menjadi menginformasikan bahwa subjek ditanyakan apakah ia sudah bisa mencari uang sendiri atau tidak.

Dari ketiga contoh ini saja pastinya Anda sudah bisa melihat seberapa pentingnya penggunaan tanda baca yang benar dalam penulisan. Bila tanda baca yang digunakan salah atau tidak ada sama sekali, maka pesan yang ingin disampaikan pun menjadi tidak jelas.

Contoh pesan dengan maksud tidak jelas karena tidak ada tanda banyak yang banyak terjadi sehari - hari misalnya :
  • Kamu sudah makan
  • Ada tugas
  • Tugasku sudah selesai
  • Boleh lihat

Keempat contoh kalimat ini bisa menjadi kalimat berita, pertanyaan, larangan maupun seruan yang punya secara penulisan dianggap benar namun pesannya tidak tersampaikan. Jadi, mulailah menggunakan tanda baca yang benar agar informasi bisa tersampaikan dengan jelas.

3 Kesalahan Umum Penggunaan Tanda Baca yang Harus Dihindari


Secara tidak sadar, terkadang kita menuliskan tanda baca secara kurang tepat dalam penulisan pesan sehari - hari. Untuk menghindari kebiasaan ini, baiknya Anda ketahui beberapa kesalahan umum penggunaan tanda baca berikut ini.

1. Penggunaan Tanda Petik Tunggal Untuk Judul Sebuah Karya

Beberapa dari Anda mungkin pernah menemukan contoh penggunaan tanda petik tunggal yang salah pada kalimat seperti ini.

Kemarin aku baru selesai membaca buku 'Hujan Bulan Juni'

Padahal, tanda petik tuggal seharusnya digunakan untuk kutipan atau tanda petik di dalam tanda petik. Sedangkan untuk judul pada lagu, film, atau buku seharusnya ditulis menggunakan tanda petik (") bukan petik satu.

2. Penggunaan Koma Untuk Pemisah Antara Induk Kalimat dan Anak Kalimat

Contoh penggunaan tanda koma sebagai pemisah antara indu kalimat dan anak kalimat pun sering kita jumpai dalam pesan sehari - hari. Dalam penulisan yang benar, seharusnya anak kalimat berada di depan dan induk kalimat berada di belakang. Contohnya yaitu :

Karena langit sudah mendung, jadi aku langsung pulang saja

Sedangkan bila anak kalimat berada di belakang dan induk kalimat posisinya di depan, Anda tidak perlu lagi menggunakan tanda koma di tengah kalimat tersebut.

3. Tanda Titik Untuk Menyatakan Ribuan

Contoh kesalahan umum penggunaan tanda baca yang mungkin pernah Anda lakukan secara sadar yang terakhir adalah seperti:

Coba buka buku panduan bermain gitar halaman 1.005

Bila dilihat secara sekilas, mungkin kalimat tersebut dianggap benar. Tetapi banyak orang lupa bahwa tanda titik (.) hanya digunakan untuk menyatkaan ribuan dalam jumlah. Artinya untuk menunjukan halaman, Anda tidak perlu menggunakan tanda baca titik.

Itulah penjelasan mengenai pentingnya penggunaan tanda baca dalam menyampaikan informasi yang jelas serta beberapa kesalahan umum dalam menggunakan tanda baca. Jadi mulai sekarang, biasakanlah menggunakan tanda baca yang benar meskipun hanya untuk mengirim pesan singkat ke teman, saudara, atau keluarga.

Baca Juga : Wawasan Terkini

Berlangganan Informasi Terbaru:

0 Response to "Pentingnya Penggunaan Tanda Baca pada Tulisan"

Posting Komentar

Beri komentar yang relevan dan tanpa menyertakan link aktif agar komentar anda bisa kami moderasi